Showing posts with label ASI. Show all posts
Showing posts with label ASI. Show all posts

Wednesday, December 1, 2010

Untuk Anakku, Melangkah Menjadi Manusia Mandiri

3 tahun yang lalu
Allah titipkan kau di rahim Mama

Ke mana pun Mama pergi, kau Mama bawa
Apa pun yang Mama makan dan minum, jadi santapanmu juga
Senang dan sedih Mama, jadi senang dan sedihmu juga
Semoga 9 bulan nan indah itu
Adalah awal yang baik untukmu, Nak

9 bulan berlalu
Kau yang mungil Allah hadirkan di dunia
Hadiah ulang tahun terindah buat Mama
Teman dan mainan baru untuk Ayah dan dua kakakmu

Selangkah lagi kau menuju mandiri, Nak

Raga kita sudah terpisah
Namun nyamanmu dalam dekap Mama
Dan tautan raga masih tetap terjalin
Makanan Mama masih jadi satu-satunya sumber makananmu
ASI menjadi penghubung kita, Nak

6 bulan berlalu
Hanya ASI lah makananmu
Walaupun sempat tersentuh susu sapi
Mari kita anggap sebagai prestasi bersama ya, Nak?
Kita berhasil lalui masa ASI Eksklusif * :-)

Selangkah lagi kau menuju mandiri Nak

ASI Mama masih menjadi sumber makananmu
Tapi tidak lagi satu-satunya
Ayah dan Mama masih menggendongmu untuk melihat dunia
Tapi kau sudah mulai bergerak sendiri

Waktu terus berjalan

2 tahun sudah umurmu
Sudah waktunya kau untuk disapih, Nak
Tapi kau masih suka ASI Mama
Mama coba bujuk agar kau mencontoh kakak
Tidak lagi minum ASI, tapi minum air putih dan susu sapi

Tapi kau belum mau, dan Mama pun tak mau memaksa
Kita pun teruskan kebersamaan ya, Nak
"Tusyu Mama" begitu selalu kau minta sebelum tidurmu

Sampai tiba hari itu
Di usiamu yang 2 tahun (sekitar) 3 bulan

Allah bantu kita, Nak
Saat kau batuk pilek, saat lidahmu terasa pahit
Saat "tusyu mama" pun jadi terasa pahit
Kau pun tak mau lagi ASI Mama
Ritual tidur pun berganti, menjadi cukup ditepuk-tepuk
Perpisahan yang begitu mudah

Selangkah lagi kau menuju mandiri, Nak

Berakhir sudah tautan raga kita
Kau sudah bisa bergerak sendiri
Dan kau sudah punya makanan dan minumanmu sendiri

Ada sedikit sedih di hati Mama, karena perpisahan ini
Tapi ini adalah langkahmu, Nak
Langkahmu menjadi manusia mandiri

Mama harus kuat
Karena kau juga harus jadi manusia yang kuat

Kelak kau akan terus melangkah, Nak

Sekarang kau sudah mulai ke luar rumah
Walau hanya seminggu 2 kali selama 3 jam
Kelak akan berubah menjadi 5 hari selama 6 jam
Tapi kau masih pulang ke rumah setiap malam
Kau masih makan apa yang Mama makan juga

Kau akan terus melangkah, Nak

Kelak kau akan ada mulai pergi menginap, walau mungkin hanya semalam
Yang nantinya akan berubah menjadi bermalam-malam
Kau akan putuskan sendiri apa yang akan kau makan
Tapi kau masih perlu Ayah dan Mama untuk membantumu dengan uangnya

Kau akan terus melangkah, Nak

Kelak kau akan tidak lagi tinggal bersama Mama
Kau akan punya kehidupanmu sendiri, penghasilan sendiri
Tempat tinggalmu sendiri, dan makanan minumanmu sendiri

Kau akan terus melangkah, Nak
Melangkah menjadi manusia mandiri

Semoga apa yang Ayah dan Mama berikan
Allah ridhai sebagai sesuatu yang bermakna, untuk kehidupanmu kelak, Nak

Teruslah melangkah, Nak
Doa Mama dan Ayah selalu bersamamu
Semoga Allah senantiasa menunjukkan jalan terbaik untukmu

* untuk my dear boy ketiga
Juga untuk kedua boys kakaknya
Puisi seadanya Mama :-) *

Tuesday, June 8, 2010

Selamat Tinggal PD Bengkak

Salah satu tragedi yang kadang terjadi pada ibu menyusui adalah payudara yang membengkak karena terhambatnya saluran ASI. Tahap yang paling ringan hanya bengkak saja dan sakit di payudara. Tahap berikutnya ditambah dengan demam. Yang lebih parah adalah mastitis, di mana pembengkakan sudah menjadi infeksi dan metode penyembuhannya adalah melalui operasi, seraaaaam!

Bengkak payudara ini sebenarnya bisa dicegah yaitu dengan rutin melakukan pijat payudara dan memastikan payudara untuk selalu dikosongkan.

Pada saya, ini pernah terjadi dua kali. Yang kedua yang agak parah, meskipun tidak sampai mastitis.

Kita mulai kisahnya yaa..

Saat itu anak saya berusia sekitar 8 bulan, sudah lewat masanya ASI eksklusif. Saya yang working mom, masih rutin memerah di kantor 3 kali dalam sehari, dan menyusui langsung selama di rumah.

Pemijatan payudara pun saya lakukan secara rutin setiap sebelum mandi.

Hari itu saya pulang dari kantor sedikit terlambat. Ketika saya pulang, anak saya sudah mulai mengantuk, yang artinya saya harus segera menyusuinya.

Maka saya mandi dengan terburu-buru dan terpaksa melewatkan ritual pemijatan payudara. Kesalahan pertama.

Sambil sedikit kelelahan karena pulang terlambat itu, saya pun menyusui anak saya sampai akhirnya kami berdua tertidur. Saat itu jam 20an.

Di usia 8 bulan itu, saya menyusui dengan payudara bergiliran. Jadi jika pada suatu waktu anak saya menyusu di payudara kiri, maka di session berikutnya, menyusu di payudara kanan. Pengecekannya biasanya cara paling mudah saja, yaitu diingat-ingat dan sambil dirasakan mana yang lebih kempes, berarti sebelumnya sudah disusui.

Jam 23an, anak saya bangun untuk menyusu lagi. Saya yang sedang kelelahan, melewatkan lagi satu prosedur, yaitu pengecekan kekempesan payudara. Saya susukan lagi payudara yang sama dengan yang jam 20 tadi. Kesalahan kedua.

Jam 02 pagi, malapetaka itu pun datang. Badan saya tiba-tiba demam tinggi sampai menggigil. Saya sempat agak panik, wah sakit apa ya saya, apakah menular ke bayi saya?

Saking menggigilnya, saya sampai keluar dari kamar kami yang ber-AC, dan tidur berselimut di sofa, di udara Jakarta jam 2 pagi yang sebenarnya sama sekali tidak dingin.

Sambil demam itu saya baru merasakan ada yang aneh dengan payudara saya. Sepertinya agak sakit.

Saya coba pijat-pijat, wah tidak mempan.

Baru saya ingat-ingat lagi perjalanan dari sore sampai malam tadi. Yaitu dua kesalahan yang saya lakukan. Melewatkan ritual pemijatan dan menyusui dua kali berturut-turut dengan payudara yang sama.

Penyesalan tinggal penyesalan. Siksaan karena payudara bengkak harus dihadapi. ASI sulit dikeluarkan, badan demam, payudara sakit. Lengkap.

Untung ada AFB tempat saya mencari masukan soal ASI. Dari berbagai masukan mengenai payudara bengkak ini, ternyata ini langkah-langkahnya.

Payudara harus tetap disusukan, sambil dipijar-pijat di daerah yang nyeri.
Lakukan kompres panas dingin bergantian.
Intensifkan pemijatan.

Akhirnya, 5 hari berjuang, bengkak pun berangsur-angsur mengempis dan akhirnya hilang.

Sejak saat itu saya tidak mau lagi melewatkan kegiatan wajib untuk pemijatan payudara. Dan jangan sampai lupa pergiliran payudara untuk disusukan.

Oya ada satu masukan dari member AFB yang sangat bagus. Untuk mencegah kita lupa payudara mana yang baru saja disusukan, beri tanda pada branya, misalnya dengan pita, atau peniti kecil.

Bye bye payudara bengkak :-)

*Akan menjadi salah satu tulisan pada buku AIMI