Pada tulisan saya sebelumnya, saya menjelaskan bahwa menghafalkan Al Qur’an dapat dilakukan dengan mempersering mendengarkan murratal (rekaman bacaan Al Qur’an).
Namun, setelah saya belajar menghafal Al Qur’an secara serius dengan seorang guru, metode yang saya sebutkan itu ternyata tidak terlalu tepat.
Memang baik kita sering mendengarkan murratal, namun hal itu jangan dijadikan sarana utama.
Jika kita ingin menghafalkan dengan benar, yang pertama adalah kita harus tahu pasti bacaan Al Qur’an tersebut secara benar, dari membaca Al Qur’an langsung. Bacaan tersebut kita baca berulang-ulang, sampai akhirnya lisan dan mata terlatih dan hafal, baru kita beranjak ke ayat lain dan mengulangnya lagi. Murratal hanya digunakan untuk memperlancar, jika kita memang sudah menghafalkan sebelumnya.
Selain itu ada beberapa tips sukses menghafal Al Qur’an dari Cak Amin, guru saya :
Pertama, untuk ayat-ayat yang pendek (seperti pada surat di juz-juz akhir), hafalkan dengan menggabungkan 4-5 sekaligus, sampai sekitar 1.5 – 2 baris.
Tujuannya, agar tidak sulit dalam merangkaikan ayat-ayat yang pendek tersebut.
Kedua, carilah waktu khusus setiap harinya untuk menghafal Al Qur’an, yang diupayakan rutin, selama 1 jam, atau minimal 20 menit. Bisa pagi hari sebelum atau setelah subuh, atau sore hari menjelang atau setelah maghrib. Jangan meletakkan jadwal menghafal di tengah-tengah waktu yang sulit kita kendalikan, misalnya di jam kantor, di antara pekerjaan rumah, dll.
Ketiga, jika belum benar-benar hafal dalam satu ”rangkaian” hafalan, sekitar 1.5 - 2 baris, jangan dulu berpindah ke hafalan baru. Lisan dan pendengaran harus benar-benar ”otomatis” membaca dengan benar semua huruf dan semua harakat panjang pendek.
Keempat, niat dengan sungguh-sungguh untuk menghafal Al Qur’an, insya Allah akan Allah mudahkan. Jangan pernah berpikir bahwa menghafal Al Qur’an adalah hal yang sulit, karena pikiran kita akan menjadi doa yang mendorong terwujudnya kenyataannya.
Kelima, gunakan hanya satu Al Qur'an untuk menghafal, karena posisi huruf, kata, dan ayat sangat membantu mengingat. Pada Al Qur'an tersebut boleh ditandai pada tempat-tempat yang kita sering melakukan kesalahan, karena biasanya hal itu akan berulang.
Keenam, hindari perbuatan dosa, karena Al Qur'an mudah dihafal bagi orang yang soleh.
Ketujuh, bagi perempuan yang berhalangan, tetap dapat menghafal Al Qur'an, karena termasuk dalam kondisi belajar.
Sementara demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat :-)
Showing posts with label Al Qur'an. Show all posts
Showing posts with label Al Qur'an. Show all posts
Thursday, February 17, 2011
Monday, January 10, 2011
Keutamaan Menghafal Al Qur'an
Tulisan ini saya copy paste dari http://jalandakwahbersama.wordpress.com/
Mohon izinnya ya ukhti.. :-)
Alangkah indahnya hidup kita, bila kita tidak hanya sekedar bisa membaca Al Quran, tetapi juga menghafalnya dan mengamalkannya. Banyak hadits Rasulullah Saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur’an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah Swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh (HR. Tirmidzi).
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Sawbersabda: “Penghafal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (HR. Tirmidzi, hadits hasan {2916}, Inu Khuzaimah, Al Hakim, ia menilainya hadits shahih).
Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur’an (Keutamaan menghafal Qur’an) :
1. Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi penghafal .Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”" (HR. Muslim)
2. Nabi Saw memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi. Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i).
3. Nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu, “Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Quran, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan padanya.” (HR. Hakim)
4. Seorang hafizh Al Qur’an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (Penghargaan khusus dari Nabi Saw). Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur’an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur'an
5. Rasul mendahulukan pemakamannya. “Adalah Nabi mengumpulkan diantara orang syuhada uhud, kemudian beliau bersabda, :Manakah diantara keduanya yang lebih banyak hafal Al Quran, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliu mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)
6. Hafizh Qur’an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
7. Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)
8. “Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun alaih)
9. Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)
10. Kepada hafizh Al Qur’an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah SAW bersabda, “Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)
11. “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. At Turmudzi).
12. Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur’an, “Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat’” (HR. Bukhari)
Subhanallah begitu banyaknya hikmah menghafal Al Qur'an. Mari kita mulai, semoga Allah memudahkan.. Aamiin..
Mohon izinnya ya ukhti.. :-)
Alangkah indahnya hidup kita, bila kita tidak hanya sekedar bisa membaca Al Quran, tetapi juga menghafalnya dan mengamalkannya. Banyak hadits Rasulullah Saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur’an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah Swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh (HR. Tirmidzi).
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Sawbersabda: “Penghafal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (HR. Tirmidzi, hadits hasan {2916}, Inu Khuzaimah, Al Hakim, ia menilainya hadits shahih).
Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur’an (Keutamaan menghafal Qur’an) :
1. Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi penghafal .Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”" (HR. Muslim)
2. Nabi Saw memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi. Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i).
3. Nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu, “Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Quran, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan padanya.” (HR. Hakim)
4. Seorang hafizh Al Qur’an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (Penghargaan khusus dari Nabi Saw). Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur’an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur'an
5. Rasul mendahulukan pemakamannya. “Adalah Nabi mengumpulkan diantara orang syuhada uhud, kemudian beliau bersabda, :Manakah diantara keduanya yang lebih banyak hafal Al Quran, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliu mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)
6. Hafizh Qur’an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
7. Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)
8. “Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun alaih)
9. Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)
10. Kepada hafizh Al Qur’an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah SAW bersabda, “Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)
11. “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. At Turmudzi).
12. Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur’an, “Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat’” (HR. Bukhari)
Subhanallah begitu banyaknya hikmah menghafal Al Qur'an. Mari kita mulai, semoga Allah memudahkan.. Aamiin..
Al Qur'an Hafalan
Beberapa hari yang lalu saya beli Al Qur’an Hafalan, dari Penerbit Al Mahira.
Insya Allah (katanya) sangat membantu untuk menghafal. Setiap awal ayat font-nya warna merah. Dan di sampingnya ada "contekan" awal ayat.
Berikut fotonya yaa..
Harganya murah, Rp 75rb, Insya Allah sangat murah sebagai investasi akhirat.. :-)
Sebenarnya, untuk menghafalkan Al Qur’an, tidak perlu Al Qur’an khusus. Berikut beberapa ”syarat” Al Qur’an untuk menghafal, seperti yang diinfokan oleh teman saya, sebagaimana disampaikan oleh guru tahfizh kami, Cak Amin.
1. Menggunakan 1 Al Qur’an tetap, tidak berganti-ganti, untuk memudahkan kita mengingat letak-letak ayatnya. Jadi sebaiknya kita punya Qur’an khusus untuk menghafal.
2. Ukurannya tidak terlalu besar sehingga bisa dibawa ke mana-mana.
3. Al Qur-an sebaiknya Al Qur’an pojok yang letak-letak ayatnya sudah standar di seluruh dunia. Ayat selalu berawal di awal halaman dan berakhir di akhir halaman. Silakan dicek di Al Qur’an nya masing-masing. Setelah surat Al Fatihah, halaman berikutnya adalah surat Al Baqarah ayat 1-5, halaman berikutnya Al Baqarah ayat 6-16, halaman berikutnya lagi ayat 17 – 24. Jika susunannya demikian, berarti Al Qur’an pojok. Penerbitnya bisa apa saja, bisa berwarna ataupun tidak.
Jika kita bandingkan ”persyaratan” ini Al Qur’an Hafalan tadi, maka berikut ini analisisnya :
1. Dengan punya Al Qur'an Hafalan, kita jadi punya 1 Al Qur’an khusus untuk menghafal. Di mana untuk letak-letak ayat, telah dibantu dengan warna merah pada awal ayat plus contekan di pinggir. Secara visual, kita akan semakin terbantu dalam menghafal.
2. Ukuran Al Qur'an Hafalan ini standar, sama besar dengan Al Qur'an terjemah yang warna merah marun, sekitar 15 x 20 cm. Tapi memang masih "agak besar" untuk dibawa ke mana-mana. Perlu tas khusus supaya tidak terlalu menyolok :-)
3. Formatnya Al Qur'an pojok. Dengan ayat Al Baqarah 1-5, 6-16, dan 17-24, dst.
Silakan dipertimbangkan, semoga Allah memudahkan kita dalam menghafal Al Qur’an, dengan Al Qur’an manapun yang menjadi pilihan kita.
Kapan Kita Akan Selesai Menghafal Al Qur’an?
Dari Al Qur’an Hafalan yang beberapa hari yang lalu saya beli, ada tabel yang menjelaskan berapa waktu yang dibutuhkan untuk kita menghafal Al Qur’an.
Rasanya, tabel ini sangat bermanfaat untuk kita membuat target menghafal Al Qur’an.
Dengan adanya target kita akan lebih termotivasi. Dengan adanya target, tujuan menjadi lebih kongkrit. Dengan adanya target, mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan bagi kita untuk mencapainya.
Pada Al Qur’an Hafalan tersebut, yang dicantumkan adalah jumlah ayat / lembar per hari, dan waktu yang dibutuhkan untuk menghafal Al Qur’an sesuai dengan jumlah ayat / lembar tersebut.
Pada tabel ini, saya tambahkan dengan kolom perkiraan tanggal selesainya, jika kita mulai menghafal di hari ini, 11 Januari 2011, dari ayat pertama.
Berhubung di sini tidak bisa mencantumkan tabel, maka saya buat jadi pointers.
A. 1 Ayat Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 17 Tahun 7 Bulan 9 Hari
Perkiraan Selesai : 20 Agustus 2028
B. 5 Ayat Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 3 Tahun 6 Bulan 7 Hari
Perkiraan Selesai : 18 Juli 2014
C. 10 Ayat Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 1 Tahun 9 Bulan 3 Hari
Perkiraan Selesai : 14 Oktober 2012
Karena ayat Al Qur’an ada yang pendek (1/3 baris) dan ada juga yang panjang (1 halaman), sepertinya lebih mudah jika hafalan dilakukan dengan target per halaman.
Berikut perkiraan selesainya.
A. ½ Halaman Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 3 Tahun 4 Bulan 24 Hari
Perkiraan Selesai : 4 Juni 2014
B. 1 Halaman Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 1 Tahun 8 Bulan 12 Hari
Perkiraan Selesai : 23 September 2012
C. 2 Halaman Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 10 Bulan 6 Hari
Perkiraan Selesai : 17 November 2011
1 Halaman Al Qur’an pojok itu ada 15 baris, sehingga ½ halaman berarti ada 7 atau 8 baris.
Bagaimana jika 1/3 halaman? Saya ingin sekali buat perkiraan waktunya, tapi sementarai masih belum ketemu cara hitungnya :-)
Maka, sementara demikian dulu tulisan kali ini.
Yang mana yang akan jadi target Anda?
Selamat memilih, berkomitmen, dan berhasil mencapai targetnya. Semoga Allah memberikan kemudahan. Bismillahirrahmanirrahiim.. :-)
Rasanya, tabel ini sangat bermanfaat untuk kita membuat target menghafal Al Qur’an.
Dengan adanya target kita akan lebih termotivasi. Dengan adanya target, tujuan menjadi lebih kongkrit. Dengan adanya target, mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan bagi kita untuk mencapainya.
Pada Al Qur’an Hafalan tersebut, yang dicantumkan adalah jumlah ayat / lembar per hari, dan waktu yang dibutuhkan untuk menghafal Al Qur’an sesuai dengan jumlah ayat / lembar tersebut.
Pada tabel ini, saya tambahkan dengan kolom perkiraan tanggal selesainya, jika kita mulai menghafal di hari ini, 11 Januari 2011, dari ayat pertama.
Berhubung di sini tidak bisa mencantumkan tabel, maka saya buat jadi pointers.
A. 1 Ayat Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 17 Tahun 7 Bulan 9 Hari
Perkiraan Selesai : 20 Agustus 2028
B. 5 Ayat Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 3 Tahun 6 Bulan 7 Hari
Perkiraan Selesai : 18 Juli 2014
C. 10 Ayat Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 1 Tahun 9 Bulan 3 Hari
Perkiraan Selesai : 14 Oktober 2012
Karena ayat Al Qur’an ada yang pendek (1/3 baris) dan ada juga yang panjang (1 halaman), sepertinya lebih mudah jika hafalan dilakukan dengan target per halaman.
Berikut perkiraan selesainya.
A. ½ Halaman Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 3 Tahun 4 Bulan 24 Hari
Perkiraan Selesai : 4 Juni 2014
B. 1 Halaman Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 1 Tahun 8 Bulan 12 Hari
Perkiraan Selesai : 23 September 2012
C. 2 Halaman Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 10 Bulan 6 Hari
Perkiraan Selesai : 17 November 2011
1 Halaman Al Qur’an pojok itu ada 15 baris, sehingga ½ halaman berarti ada 7 atau 8 baris.
Bagaimana jika 1/3 halaman? Saya ingin sekali buat perkiraan waktunya, tapi sementarai masih belum ketemu cara hitungnya :-)
Maka, sementara demikian dulu tulisan kali ini.
Yang mana yang akan jadi target Anda?
Selamat memilih, berkomitmen, dan berhasil mencapai targetnya. Semoga Allah memberikan kemudahan. Bismillahirrahmanirrahiim.. :-)
1779-2008-2028
Wah angka apa ya itu?
Nomor telepon? Kode areanya aneh.
Nomor kartu kredit? Kurang 4 digit.
Nomor rekening bank? Biasanya 10 digit.
Hehehe.. Ini memang angka yang baru saja saya buat :-)
Sementara kita lupakan dulu angkanya deh ya.
Sebenarnya saya mau cerita tentang menghafal Al Qur'an.
Sebagian besar orang sering menganggap bahwa menghafal Al Qur'an itu sulit. Apa lagi untuk orang2 "estewe" seperti saya. Padahal, telah terbukti pada banyak orang yang berhasil menghafalkan Al Qur'an. Kalau mereka bisa, seharusnya kita juga bisa.
Coba kita bandingkan dengan teks lagu. Selama setahun terakhir, berapa baris teks lagu baru yang dengan mudah kita ingat di luar kepala? Mungkin kita akan bilang, "Yah jangan dibandingkan sama teks lagu dong. Teks lagu kan gampang banget. Ada irama dan nadanya, kata-katanya kita ngerti, lagian sering banget kedengerannya. Gak dihafalin juga hafal sendiri."
Apa Anda setuju dengan pernyataan itu?
Kalau setuju, sebenarnya kita bisa "menyiasati" menghafal Al Qur'an dengan metode menghafal lagu.
Ada 3 poin yang bisa diterapkan, saya coba urutkan sebagai berikut :
1. Sering mendengar
2. Ada irama dan nada
3. Mengerti artinya
Dan satu poin yang terpenting adalah, motivasi dan niat sungguh-sungguh. Untuk hal ini sepertinya perlu tulisan tersendiri.
Untuk kali ini, kita langsung ke to do list saja ya, supaya bisa langsung diimplementasikan.
Pertama, cari MP3 bacaan Al Qur'an
Pilih yang kita suka dengan irama dan nadanya. Beberapa yang bisa dipilih :
a. Saad Al Ghamidy, Imam Masjid Kanoo, Dammam, Saudi Arabia
http://en.wikipedia.org/wiki/Saad_Al-Ghamidi
b. Al Minsyawi, penghafal Al Qur'an dari Mesir
http://en.wikipedia.org/wiki/Sheikh_Mohamed_Siddiq_El-Minshawi
c. Sudais - Suraim, Imam Masjidil Haram
http://en.wikipedia.org/wiki/Abdul_Rahman_Al-Sudais
http://en.wikipedia.org/wiki/Saud_Al-Shuraim
MP3 ini banyak dijual di toko-toko buku Islam, di masjid-masjid, atau bisa juga download di internet. Kalau mau saya punya juga kopinya, untuk Al Ghamidy dan Al Minsyawi. Silakan email saya kalau mau dikirim :-)
Kedua, setel MP3 itu sesering mungkin.
Kalau Anda bekerja, setel di komputer Anda.
Kalau Anda sering berkendara, setel di tape mobil Anda.
Kalau Anda sering main HP, setel dari HP Anda.
Ketiga, baca juga di Al Qur'an-nya.
Berbeda dengan lagu yang kita sudah mengetahui kata-katanya, untuk Al Qur'an kita harus membacanya di Al Qur'an agar kita mengetahui dengan benar dan pasti setiap bacaannya. Hal ini tidak perlu dilakukan setiap waktu. Cukup sekali-sekali. Bisa dirutinkan tiap pagi setelah shalat subuh, atau malam setelah shalat Isya. Lebih baik lagi jika kita selalu bawa Al Qur'an, supaya bisa langsung baca jika ada kata-kata yang kita ingin pastikan.
Keempat, baca juga artinya.
Sebenarnya Al Qur'an bisa dihafal tanpa kita mengerti artinya (Ada sebuah kisah yang sangat bagus tentang ini, akan saya share di tulisan yang lain ya). Namun, jika kita mengetahui artinya, akan lebih mudah bagi kita untuk merangkaikan kata demi kata dan ayat demi ayat, ketika menghafalkan Al Qur'an.
Secara keseluruhan, seluruh proses ini dapat dilakukan secara mandiri. Walaupun akan lebih baik lagi jika kita punya guru, yang bisa mengecek bacaan kita.
Bagaimana, mudah kan?
Lalu, apa hubungannya cerita ini dengan angka di atas?
Itu adalah waktu yang dibutuhkan untuk menghafal Al Qur'an. Maksudnya?
Saya kemarin baru saja membeli Al Qur'an hafalan. Di sana dituliskan bahwa jika kita menghafal 1 ayat saja dalam sehari, maka kita akan selesai menghafalkan Al Qur'an dalam waktu 17 tahun 7 bulan 9 hari (1779). Jika kita mulai menghafal di hari ini, 11 Januari 2011, maka insya Allah kita akan selesai menghafalkan seluruh Al Qur'an pada tanggal 20 Agustus 2028 (2008-2028). Dari sinilah muncul angka itu. 1779-2008-2028.
Kita pasti sudah hafal Al Fatihah, dan beberapa surat pendek. Maka, insya Allah kita bisa selesaikan lebih cepat dari itu.
Bagaimana, siap untuk memulai? Yuuuuk.. :-)
Nomor telepon? Kode areanya aneh.
Nomor kartu kredit? Kurang 4 digit.
Nomor rekening bank? Biasanya 10 digit.
Hehehe.. Ini memang angka yang baru saja saya buat :-)
Sementara kita lupakan dulu angkanya deh ya.
Sebenarnya saya mau cerita tentang menghafal Al Qur'an.
Sebagian besar orang sering menganggap bahwa menghafal Al Qur'an itu sulit. Apa lagi untuk orang2 "estewe" seperti saya. Padahal, telah terbukti pada banyak orang yang berhasil menghafalkan Al Qur'an. Kalau mereka bisa, seharusnya kita juga bisa.
Coba kita bandingkan dengan teks lagu. Selama setahun terakhir, berapa baris teks lagu baru yang dengan mudah kita ingat di luar kepala? Mungkin kita akan bilang, "Yah jangan dibandingkan sama teks lagu dong. Teks lagu kan gampang banget. Ada irama dan nadanya, kata-katanya kita ngerti, lagian sering banget kedengerannya. Gak dihafalin juga hafal sendiri."
Apa Anda setuju dengan pernyataan itu?
Kalau setuju, sebenarnya kita bisa "menyiasati" menghafal Al Qur'an dengan metode menghafal lagu.
Ada 3 poin yang bisa diterapkan, saya coba urutkan sebagai berikut :
1. Sering mendengar
2. Ada irama dan nada
3. Mengerti artinya
Dan satu poin yang terpenting adalah, motivasi dan niat sungguh-sungguh. Untuk hal ini sepertinya perlu tulisan tersendiri.
Untuk kali ini, kita langsung ke to do list saja ya, supaya bisa langsung diimplementasikan.
Pertama, cari MP3 bacaan Al Qur'an
Pilih yang kita suka dengan irama dan nadanya. Beberapa yang bisa dipilih :
a. Saad Al Ghamidy, Imam Masjid Kanoo, Dammam, Saudi Arabia
http://en.wikipedia.org/wiki/Saad_Al-Ghamidi
b. Al Minsyawi, penghafal Al Qur'an dari Mesir
http://en.wikipedia.org/wiki/Sheikh_Mohamed_Siddiq_El-Minshawi
c. Sudais - Suraim, Imam Masjidil Haram
http://en.wikipedia.org/wiki/Abdul_Rahman_Al-Sudais
http://en.wikipedia.org/wiki/Saud_Al-Shuraim
MP3 ini banyak dijual di toko-toko buku Islam, di masjid-masjid, atau bisa juga download di internet. Kalau mau saya punya juga kopinya, untuk Al Ghamidy dan Al Minsyawi. Silakan email saya kalau mau dikirim :-)
Kedua, setel MP3 itu sesering mungkin.
Kalau Anda bekerja, setel di komputer Anda.
Kalau Anda sering berkendara, setel di tape mobil Anda.
Kalau Anda sering main HP, setel dari HP Anda.
Ketiga, baca juga di Al Qur'an-nya.
Berbeda dengan lagu yang kita sudah mengetahui kata-katanya, untuk Al Qur'an kita harus membacanya di Al Qur'an agar kita mengetahui dengan benar dan pasti setiap bacaannya. Hal ini tidak perlu dilakukan setiap waktu. Cukup sekali-sekali. Bisa dirutinkan tiap pagi setelah shalat subuh, atau malam setelah shalat Isya. Lebih baik lagi jika kita selalu bawa Al Qur'an, supaya bisa langsung baca jika ada kata-kata yang kita ingin pastikan.
Keempat, baca juga artinya.
Sebenarnya Al Qur'an bisa dihafal tanpa kita mengerti artinya (Ada sebuah kisah yang sangat bagus tentang ini, akan saya share di tulisan yang lain ya). Namun, jika kita mengetahui artinya, akan lebih mudah bagi kita untuk merangkaikan kata demi kata dan ayat demi ayat, ketika menghafalkan Al Qur'an.
Secara keseluruhan, seluruh proses ini dapat dilakukan secara mandiri. Walaupun akan lebih baik lagi jika kita punya guru, yang bisa mengecek bacaan kita.
Bagaimana, mudah kan?
Lalu, apa hubungannya cerita ini dengan angka di atas?
Itu adalah waktu yang dibutuhkan untuk menghafal Al Qur'an. Maksudnya?
Saya kemarin baru saja membeli Al Qur'an hafalan. Di sana dituliskan bahwa jika kita menghafal 1 ayat saja dalam sehari, maka kita akan selesai menghafalkan Al Qur'an dalam waktu 17 tahun 7 bulan 9 hari (1779). Jika kita mulai menghafal di hari ini, 11 Januari 2011, maka insya Allah kita akan selesai menghafalkan seluruh Al Qur'an pada tanggal 20 Agustus 2028 (2008-2028). Dari sinilah muncul angka itu. 1779-2008-2028.
Kita pasti sudah hafal Al Fatihah, dan beberapa surat pendek. Maka, insya Allah kita bisa selesaikan lebih cepat dari itu.
Bagaimana, siap untuk memulai? Yuuuuk.. :-)
Subscribe to:
Posts (Atom)