Tuesday, January 11, 2011

Tafsir Surat Al Qalam

Hari ini dari pengajian Dzuhur bersama Ust. Amir Faisol Fath, tentang Tafsir Surat Al Qalam.

Seperti biasa mohon maaf, saya tidak hadir dari awal, dan pulang sebelum ceramah selesai :-)

Dalam surat Al Qalam diceritakan tentang suami istri salih pemilik kebun buah-buahan. Setiap waktu panen tiba, suami istri tersebut tidak pernah memetik buah-buahan dari kebunnya, sebelum memanggil semua orang miskin dan meminta mereka mengambil sesuai dengan hak mereka.

Sampai akhirnya sang Ayah meninggal. Anak-anak yang ditinggalkan mulai mempertanyakan kebiasaan Ayah mereka. Menurut mereka, dengan cara itu, bisa saja mereka menjadi tidak mendapat bagian.

Maka mereka pun membuat rencana, untuk memanen dulu buah-buahan di kebun, sebelum orang-orang miskin datang.

Di malam hari mereka bersepakat, untuk bangun sepagi mungkin. Mereka berharap agar mendapat kekayaan yang lebih banyak. Mereka melakukan ini tanpa istisna, tanpa menyebut ”Insya Allah”.

Hikmah 1 :
Jika kita bertekad dalam urusan apa pun, ingatlah untuk menyebut Insya Allah

Hikmah 2 :
Kepada orang yang berniat jahat, ditambah dengan terlalu yakin akan terjadinya sesuatu, Allah akan marah.

Maka, Allah menurunkan api ke kebun tersebut, api yang mengelilingi kebun itu. Sebuah api yg ganas, langsung datang dari Allah SWT. Api itu berputar membakar seluruh kebun, hingga tidak tersisa sama sekali.

Ust. Faisol pernah berkunjung ke San'a. Di sanalah kebun itu berada, yaitu Ardhul Jannatain, atau Kampung 2 Kebun. Di sana terlihat satu kampung yang seluruhnya berupa arang, dengan ada patahan kayu hangus. Tidak ada rumah sama sekali.

Di tempat itu pernah dilakukan penelitian oleh arkeolog, dan ditemukan bukti-bukti bahwa tempat itu pernah terbakar, ratusan tahun yang lalu.
Rasulullah bersabda kalau di tempat yang diturunkan azab, agar jangan lama-lama berdiam, segeralah pergi. Maka sampe sekarang tidak ada yang tinggal di kampung itu.

Kembali ke tafsir surat Al Qalam.

Kampung itu menjadi hitam legam seperti malam gelap gulita
Hal itu terjadi di waktu itu mereka semua sedang tidur.

Di pagi hari mereka bangun, saling memanggil.
”Ayo berangkat pagi-pagi, kita akan memetik buah.”
Mereka pun berangkat, sambil bersembunyi, membungkukkan kepala, berbisik, agar tidak sampai diketahui orang sekitarnya. Agar orang miskin tidak datang ke sana.

Mereka datang dengan keyakinan bisa memetik buah itu.

Hikmah 3 :
Setiap jiwa yang jahat selalu bersemangat, penuh keyakinan. Dan biasanya untuk mendapatkan kebaikan, orang jarang bersemangat.

Ketika mereka sampai dan melihat kebunnya. Mereka berkata, ”Kami sesat, salah jalan, ini bukan kebun kita.”
Kemudian salah satu dari mereka mencoba melihat, dan akhirnya sadar bahwa itu kebun mereka. ”Benar ini kebun kita, tapi kami sudah tidak kebagian”

Hikmah 4 :
Niat jahat jika sudah sampai menjadi tekad, sekalipun tidak tercapai, dosanya sama dengan kejahatan itu, dan Allah dapat langsung memberi azab.
Jika kita berniat buruk, tetaapi dibatalkan, tidak akan dicatat sebagai keburukan.
Jika kita berniat buruk lalu batal tetapi bukan karena kehendak kita, maka tetap dicatat sebagai melakukan kejahatan.

Kemudian, salah satu dari mereka yang paling baik, yang sebenarnya pada malam sebelumnya sudah mengingatkan untuk jangan melakukan hal itu, berkata, ”Bukankah sudah kuperingatkan, jangan lakukan itu, dan ucapkan tasbih.” Maka seketika mereka pun bertasbih.

Hikmah 5 :
Jika kita melihat nikmat, ucapkan tasbih.
Jika kita berdosa, segera bertasbih.

Seperti ketika Nabi Yunus masuk ke dalam perut ikan. Beliau bertasbih, sehingga terdengar oleh malaikat, maka Allah pun mengeluarkan beliau dari perut ikan.

Demikian kajian dzuhur kali ini, semoga bermanfaat :-)

Blackberry-ku Untuk-Mu

Beberapa hari terakhir ini sedang ramai pembahasan rencana blokir RIM dan Blackberry oleh Menkominfo, beserta serentetan pro kontranya.

Saya tidak akan membahas pemblokiran itu :-)

Blackberry sekarang sudah seperti jadi “daging tumbuh” yang selalu kita bawa ke mana-mana. Bahkan ke toilet pun ada sebagian (besar) orang yang membawanya :-)
Nah, alangkah indahnya kalau Blackberry yang selalu kita bawa itu bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

1. Install Al Qur’an.
Link-nya http://www.guidedways.com/mobile/uquran/mobile_quran_reciter.php
Sebaiknya tidak ada hari tanpa membaca Al Qur’an. Maka, dengan adanya Al Qur’an di Blackberry, kita bisa baca Al Qur’an kapan saja dan di mana saja. Bagi yang sedang menghafalkan Al Qur’an, aplikasi ini juga sangat membantu. Walaupun letaknya tidak sama dengan Al Qur’an pojok, tetapi bisa dimanfaatkan untuk mengingat di saat kita memerlukan.

2. MP3 Murratal Al Qur’an.
Agar telinga kita terbiasa dengan Al Qur’an, dengan MP3 Murratal Al Qur’an ini, kita bisa sering-sering mendengar murratal Al Qur’an, yang insya Allah juga sangat membantu untuk yang menghafal.

3. Aplikasi pengingat waktu shalat.
Saya sendiri nggak pasang aplikasi ini, nggak muat memorinya :-)
Akhirnya saya hanya save saja link bookmark waktu adzan, yang bagus sekali, selalu di-update : http://www.pkpu.or.id/adzan.lite.php?id=83

4. Twitter. Tapi kita harus pilih orang yang kita follow, agar kita hanya mengikuti tweet yang bermanfaat. Facebook, saya tidak install, karena facebook lebih banyak untuk ngobrol-ngobrol ngalor ngidul, yang bisa kita lakukan kapan-kapan via web.

5. Alarm dan reminder untuk berbagai target dan rencana kita. Misalnya, rencana untuk menghafal Al Qur’an, membaca doa pagi dan sore, rencana untuk puasa sunnah, dan alarm untuk bangun pagi.

6. Mencatat muhasabah diri.
Setiap hari kita bisa catat apa saja amalan rutin yang kita sudah kita lakukan setiap hari, dan melakukan evaluasi perbaikannya.

7. Mencatat ceramah yang kita hadiri.
Kadang kita hadir ke pengajian, tetapi lupa tidak membawa catatan, padahal materinya sangat bagus. Dengan Note di Blackberry, kita bisa langsung catat, dan nantinya bisa segera di-copy paste ke email, blog, dan sebagainya.

Subhanallah, sebenarnya banyak sekali manfaat dari Blackberry untuk mendekatkan diri pada Allah yaa.. Semoga kita bisa mengoptimalkannya dan dijauhkan dari penggunaan yang sia-sia.. :-)

Monday, January 10, 2011

Keutamaan Menghafal Al Qur'an

Tulisan ini saya copy paste dari http://jalandakwahbersama.wordpress.com/
Mohon izinnya ya ukhti.. :-)

Alangkah indahnya hidup kita, bila kita tidak hanya sekedar bisa membaca Al Quran, tetapi juga menghafalnya dan mengamalkannya. Banyak hadits Rasulullah Saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur’an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah Swt. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh (HR. Tirmidzi).

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Sawbersabda: “Penghafal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (HR. Tirmidzi, hadits hasan {2916}, Inu Khuzaimah, Al Hakim, ia menilainya hadits shahih).

Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur’an (Keutamaan menghafal Qur’an) :

1. Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi penghafal .Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”" (HR. Muslim)

2. Nabi Saw memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi. Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i).

3. Nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu, “Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Quran, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan padanya.” (HR. Hakim)

4. Seorang hafizh Al Qur’an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (Penghargaan khusus dari Nabi Saw). Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur’an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al Qur'an

5. Rasul mendahulukan pemakamannya. “Adalah Nabi mengumpulkan diantara orang syuhada uhud, kemudian beliau bersabda, :Manakah diantara keduanya yang lebih banyak hafal Al Quran, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliu mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)

6. Hafizh Qur’an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

7. Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)

8. “Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun alaih)

9. Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

10. Kepada hafizh Al Qur’an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah SAW bersabda, “Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)

11. “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. At Turmudzi).

12. Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur’an, “Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat’” (HR. Bukhari)

Subhanallah begitu banyaknya hikmah menghafal Al Qur'an. Mari kita mulai, semoga Allah memudahkan.. Aamiin..

Al Qur'an Hafalan

Sekedar informasi, mungkin ada yang penasaran dan siapa tahu berminat. Saya nggak jual produknya, silakan dicari di toko buku terdekat :-)

Beberapa hari yang lalu saya beli Al Qur’an Hafalan, dari Penerbit Al Mahira.

Insya Allah (katanya) sangat membantu untuk menghafal. Setiap awal ayat font-nya warna merah. Dan di sampingnya ada "contekan" awal ayat.

Berikut fotonya yaa..

Harganya murah, Rp 75rb, Insya Allah sangat murah sebagai investasi akhirat.. :-)

Sebenarnya, untuk menghafalkan Al Qur’an, tidak perlu Al Qur’an khusus. Berikut beberapa ”syarat” Al Qur’an untuk menghafal, seperti yang diinfokan oleh teman saya, sebagaimana disampaikan oleh guru tahfizh kami, Cak Amin.

1. Menggunakan 1 Al Qur’an tetap, tidak berganti-ganti, untuk memudahkan kita mengingat letak-letak ayatnya. Jadi sebaiknya kita punya Qur’an khusus untuk menghafal.

2. Ukurannya tidak terlalu besar sehingga bisa dibawa ke mana-mana.

3. Al Qur-an sebaiknya Al Qur’an pojok yang letak-letak ayatnya sudah standar di seluruh dunia. Ayat selalu berawal di awal halaman dan berakhir di akhir halaman. Silakan dicek di Al Qur’an nya masing-masing. Setelah surat Al Fatihah, halaman berikutnya adalah surat Al Baqarah ayat 1-5, halaman berikutnya Al Baqarah ayat 6-16, halaman berikutnya lagi ayat 17 – 24. Jika susunannya demikian, berarti Al Qur’an pojok. Penerbitnya bisa apa saja, bisa berwarna ataupun tidak.

Jika kita bandingkan ”persyaratan” ini Al Qur’an Hafalan tadi, maka berikut ini analisisnya :

1. Dengan punya Al Qur'an Hafalan, kita jadi punya 1 Al Qur’an khusus untuk menghafal. Di mana untuk letak-letak ayat, telah dibantu dengan warna merah pada awal ayat plus contekan di pinggir. Secara visual, kita akan semakin terbantu dalam menghafal.

2. Ukuran Al Qur'an Hafalan ini standar, sama besar dengan Al Qur'an terjemah yang warna merah marun, sekitar 15 x 20 cm. Tapi memang masih "agak besar" untuk dibawa ke mana-mana. Perlu tas khusus supaya tidak terlalu menyolok :-)

3. Formatnya Al Qur'an pojok. Dengan ayat Al Baqarah 1-5, 6-16, dan 17-24, dst.

Silakan dipertimbangkan, semoga Allah memudahkan kita dalam menghafal Al Qur’an, dengan Al Qur’an manapun yang menjadi pilihan kita.

Kapan Kita Akan Selesai Menghafal Al Qur’an?

Dari Al Qur’an Hafalan yang beberapa hari yang lalu saya beli, ada tabel yang menjelaskan berapa waktu yang dibutuhkan untuk kita menghafal Al Qur’an.

Rasanya, tabel ini sangat bermanfaat untuk kita membuat target menghafal Al Qur’an.
Dengan adanya target kita akan lebih termotivasi. Dengan adanya target, tujuan menjadi lebih kongkrit. Dengan adanya target, mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan bagi kita untuk mencapainya.

Pada Al Qur’an Hafalan tersebut, yang dicantumkan adalah jumlah ayat / lembar per hari, dan waktu yang dibutuhkan untuk menghafal Al Qur’an sesuai dengan jumlah ayat / lembar tersebut.

Pada tabel ini, saya tambahkan dengan kolom perkiraan tanggal selesainya, jika kita mulai menghafal di hari ini, 11 Januari 2011, dari ayat pertama.

Berhubung di sini tidak bisa mencantumkan tabel, maka saya buat jadi pointers.

A. 1 Ayat Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 17 Tahun 7 Bulan 9 Hari
Perkiraan Selesai : 20 Agustus 2028

B. 5 Ayat Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 3 Tahun 6 Bulan 7 Hari
Perkiraan Selesai : 18 Juli 2014

C. 10 Ayat Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 1 Tahun 9 Bulan 3 Hari
Perkiraan Selesai : 14 Oktober 2012

Karena ayat Al Qur’an ada yang pendek (1/3 baris) dan ada juga yang panjang (1 halaman), sepertinya lebih mudah jika hafalan dilakukan dengan target per halaman.

Berikut perkiraan selesainya.

A. ½ Halaman Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 3 Tahun 4 Bulan 24 Hari
Perkiraan Selesai : 4 Juni 2014

B. 1 Halaman Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 1 Tahun 8 Bulan 12 Hari
Perkiraan Selesai : 23 September 2012

C. 2 Halaman Per Hari
Jumlah Waktu yang Dibutuhkan : 10 Bulan 6 Hari
Perkiraan Selesai : 17 November 2011

1 Halaman Al Qur’an pojok itu ada 15 baris, sehingga ½ halaman berarti ada 7 atau 8 baris.

Bagaimana jika 1/3 halaman? Saya ingin sekali buat perkiraan waktunya, tapi sementarai masih belum ketemu cara hitungnya :-)

Maka, sementara demikian dulu tulisan kali ini.
Yang mana yang akan jadi target Anda?
Selamat memilih, berkomitmen, dan berhasil mencapai targetnya. Semoga Allah memberikan kemudahan. Bismillahirrahmanirrahiim.. :-)

1779-2008-2028

Wah angka apa ya itu?

Nomor telepon? Kode areanya aneh.
Nomor kartu kredit? Kurang 4 digit.
Nomor rekening bank? Biasanya 10 digit.

Hehehe.. Ini memang angka yang baru saja saya buat :-)
Sementara kita lupakan dulu angkanya deh ya.

Sebenarnya saya mau cerita tentang menghafal Al Qur'an.

Sebagian besar orang sering menganggap bahwa menghafal Al Qur'an itu sulit. Apa lagi untuk orang2 "estewe" seperti saya. Padahal, telah terbukti pada banyak orang yang berhasil menghafalkan Al Qur'an. Kalau mereka bisa, seharusnya kita juga bisa.

Coba kita bandingkan dengan teks lagu. Selama setahun terakhir, berapa baris teks lagu baru yang dengan mudah kita ingat di luar kepala? Mungkin kita akan bilang, "Yah jangan dibandingkan sama teks lagu dong. Teks lagu kan gampang banget. Ada irama dan nadanya, kata-katanya kita ngerti, lagian sering banget kedengerannya. Gak dihafalin juga hafal sendiri."

Apa Anda setuju dengan pernyataan itu?

Kalau setuju, sebenarnya kita bisa "menyiasati" menghafal Al Qur'an dengan metode menghafal lagu.

Ada 3 poin yang bisa diterapkan, saya coba urutkan sebagai berikut :
1. Sering mendengar
2. Ada irama dan nada
3. Mengerti artinya

Dan satu poin yang terpenting adalah, motivasi dan niat sungguh-sungguh. Untuk hal ini sepertinya perlu tulisan tersendiri.

Untuk kali ini, kita langsung ke to do list saja ya, supaya bisa langsung diimplementasikan.

Pertama, cari MP3 bacaan Al Qur'an

Pilih yang kita suka dengan irama dan nadanya. Beberapa yang bisa dipilih :

a. Saad Al Ghamidy, Imam Masjid Kanoo, Dammam, Saudi Arabia
http://en.wikipedia.org/wiki/Saad_Al-Ghamidi

b. Al Minsyawi, penghafal Al Qur'an dari Mesir
http://en.wikipedia.org/wiki/Sheikh_Mohamed_Siddiq_El-Minshawi

c. Sudais - Suraim, Imam Masjidil Haram
http://en.wikipedia.org/wiki/Abdul_Rahman_Al-Sudais
http://en.wikipedia.org/wiki/Saud_Al-Shuraim

MP3 ini banyak dijual di toko-toko buku Islam, di masjid-masjid, atau bisa juga download di internet. Kalau mau saya punya juga kopinya, untuk Al Ghamidy dan Al Minsyawi. Silakan email saya kalau mau dikirim :-)

Kedua, setel MP3 itu sesering mungkin.

Kalau Anda bekerja, setel di komputer Anda.
Kalau Anda sering berkendara, setel di tape mobil Anda.
Kalau Anda sering main HP, setel dari HP Anda.

Ketiga, baca juga di Al Qur'an-nya.

Berbeda dengan lagu yang kita sudah mengetahui kata-katanya, untuk Al Qur'an kita harus membacanya di Al Qur'an agar kita mengetahui dengan benar dan pasti setiap bacaannya. Hal ini tidak perlu dilakukan setiap waktu. Cukup sekali-sekali. Bisa dirutinkan tiap pagi setelah shalat subuh, atau malam setelah shalat Isya. Lebih baik lagi jika kita selalu bawa Al Qur'an, supaya bisa langsung baca jika ada kata-kata yang kita ingin pastikan.

Keempat, baca juga artinya.

Sebenarnya Al Qur'an bisa dihafal tanpa kita mengerti artinya (Ada sebuah kisah yang sangat bagus tentang ini, akan saya share di tulisan yang lain ya). Namun, jika kita mengetahui artinya, akan lebih mudah bagi kita untuk merangkaikan kata demi kata dan ayat demi ayat, ketika menghafalkan Al Qur'an.

Secara keseluruhan, seluruh proses ini dapat dilakukan secara mandiri. Walaupun akan lebih baik lagi jika kita punya guru, yang bisa mengecek bacaan kita.

Bagaimana, mudah kan?

Lalu, apa hubungannya cerita ini dengan angka di atas?

Itu adalah waktu yang dibutuhkan untuk menghafal Al Qur'an. Maksudnya?

Saya kemarin baru saja membeli Al Qur'an hafalan. Di sana dituliskan bahwa jika kita menghafal 1 ayat saja dalam sehari, maka kita akan selesai menghafalkan Al Qur'an dalam waktu 17 tahun 7 bulan 9 hari (1779). Jika kita mulai menghafal di hari ini, 11 Januari 2011, maka insya Allah kita akan selesai menghafalkan seluruh Al Qur'an pada tanggal 20 Agustus 2028 (2008-2028). Dari sinilah muncul angka itu. 1779-2008-2028.

Kita pasti sudah hafal Al Fatihah, dan beberapa surat pendek. Maka, insya Allah kita bisa selesaikan lebih cepat dari itu.

Bagaimana, siap untuk memulai? Yuuuuk.. :-)